Ika (pacarku) tinggal dengan mamanya di kota Semarang...dia dan mamanya tidak tinggal di rumah, tapi tinggal di kos, setiap hari mereka kemana-kemana selalu berdua dan terlihat sangat kompak. Mamanya sudah 4 tahun kena stroke, tapi sangat sehat dan bisa dibilang banyak sekali kemajuannya, Ika biasa bawa mamanya terapi di Herbamed, banyak sekali kemajuannya, dan makannya sudah mulai banyak sehingga berat badannya juga mulai merangkak naik, tubuhnya terlihat lebih segar dari biasanya. Pada hari Minggu tanggal 5 Feb 2012 merupakan hari yang sangat aku benci...awal cerita aku sama ika (pacarku) udah janjian kita mau jualan di Bazar, kami bangun pagi-pagi, kemudian mandi dan siap-siap berjualan, perlengkapan serta barang yang akan kita jual sudah kita siapkan satu hari sebelumnya. kemudian kita berangkat dan sebelum pergi kita pamit sama mamanya, senyum lebar beliau persembahkan untuk kita yang akan berjualan pagi itu. Hari itu tidak biasanya aku lihat wajah ika tidak bersemangat untuk berjualan. Ika sempat mengatakan bahwa dirinya bosan jualan di situ karena pengunjungnya sedikit, dan dia pengen banget pulang ke kostnya...disaat kita tengah berjualan tiba-tiba HPku berdering dan kebetulan ika yang bawa HPku...yang telefon kakaknya yang sedang berada di kostnya ika dan dia kasi tahu kita kalo mamanya tidak sadarkan diri dan muntah-muntah....hhuuffff.....
Ika dengan spontan menjerit dan menangis...kita langsung tancap gas ke kostnya ika...begitu sampai aku langsung ambil mobil dan kita langsung bawa mamanya ke RS. Sampai di UGD mamanya di curigai mengalami pendarahan karena tensi darahnya sangat tinggi sekali...ika cuma bisa menangis tanpa bisa berpikir....kita semua hanya bisa terdiam...singkat cerita kita dirujuk untuk memasukkan mamanya ke ICU...kita tidak ada pilihan lain...selama di ICU kita selalu temani mama....kadang mama hanya terlihat menangis tanpa kita tahu mama mau bicara apa....sampai pada hari selasa pukul 3 pagi mamanya kehilangan nafas...kita dipanggil jam 4 dan diminta persetujuan untuk pasang ventilator...ika dengan wajah yang sudah terlihat kucel, sedih, matanya sampai berkantung menangis terus-terusan...sampai akhirnya kita memutuskan untuk merelakan mama tapi tanpa mencopot ventilatornya, yaitu dengan menghentikan obat pacu jantungnya...jam 8.49 mamanya berpulang ke Sang Penciptanya...
Ika dengan spontan menjerit dan menangis...kita langsung tancap gas ke kostnya ika...begitu sampai aku langsung ambil mobil dan kita langsung bawa mamanya ke RS. Sampai di UGD mamanya di curigai mengalami pendarahan karena tensi darahnya sangat tinggi sekali...ika cuma bisa menangis tanpa bisa berpikir....kita semua hanya bisa terdiam...singkat cerita kita dirujuk untuk memasukkan mamanya ke ICU...kita tidak ada pilihan lain...selama di ICU kita selalu temani mama....kadang mama hanya terlihat menangis tanpa kita tahu mama mau bicara apa....sampai pada hari selasa pukul 3 pagi mamanya kehilangan nafas...kita dipanggil jam 4 dan diminta persetujuan untuk pasang ventilator...ika dengan wajah yang sudah terlihat kucel, sedih, matanya sampai berkantung menangis terus-terusan...sampai akhirnya kita memutuskan untuk merelakan mama tapi tanpa mencopot ventilatornya, yaitu dengan menghentikan obat pacu jantungnya...jam 8.49 mamanya berpulang ke Sang Penciptanya...